Kenapa lucu

Hiperbola dalam Komedi Jepang: Saat Hal Biasa Jadi Berlebihan

Keinginan punya pacar, keramahan, dan rasa iri bisa menjadi bahan komedi ketika porsinya terasa berlebihan. Tiga pertunjukan ini memberi kita cara untuk menikmati hal yang dibesar-besarkan.

Tonton versi penuh (3:36)

Ketika sesuatu yang akrab terasa kebesaran

Hiperbola adalah cara membesar-besarkan sesuatu sampai melampaui ukuran yang terasa wajar, tetapi kita masih bisa mengenali perasaan atau perilaku asalnya. Dalam ungkapan seperti “sudah menunggu seribu tahun”, yang dibesarkan adalah lamanya menunggu; dalam komedi, yang dibesarkan bisa berupa keinginan, kecemburuan, atau keakraban seseorang. Pembesarannya tidak harus hadir lewat suara keras atau gerakan besar: seseorang yang terlalu serius membahas urusan sehari-hari pun bisa menjadi pusat kelucuan. Ada jarak yang menarik antara cara tokoh itu memandang persoalannya dan cara kita melihatnya dari luar.

Cari hal yang mendapat porsi terlalu besar

Mulailah dari keadaan awal, lalu bayangkan respons yang terasa masuk akal: mendengarkan keluhan teman, menghadapi ancaman, atau merasa iri kepada teman sekolah. Setelah itu, perhatikan satu hal yang mendapat porsi berlebihan, entah usaha meyakinkan orang lain, sikap sok akrab, atau perhatian pada kelebihan seorang saingan. Bagi kami, bagian menariknya terletak pada alasan yang membuat sikap tersebut terasa masuk akal bagi si tokoh, meskipun dari luar tampak kelewat jauh. Cukup pegang satu pertanyaan saat menonton: mengapa hal ini begitu penting baginya?

Tiga pertunjukan untuk mencoba cara pandang ini

“Ingin Punya Pacar” — Leadoff Man. Bentuknya adalah lawakan duo yang bertumpu pada percakapan dan tanggapan antarpemain. Seorang pria yang tak kunjung punya pacar membicarakan keinginannya dengan teman sejak SMA. Dengarkan bagaimana ia menonjolkan kelebihan dirinya sebagai calon pasangan: ada kesungguhan yang membuat obrolan asmara terasa seperti upaya menawarkan paket paling menguntungkan. Pilihan ini menarik untuk melihat bagaimana keinginan yang mudah dipahami bisa dibesar-besarkan lewat cara seseorang menjual kualitas dirinya.

“Perampokan” — Mouflons. Pertunjukan ini berupa sketsa, yakni adegan komedi pendek dengan tokoh dan situasi tertentu, seperti potongan drama. Seorang perampok masuk ke toko, sementara pegawainya berbicara dengan keakraban yang lebih cocok untuk menyambut teman lama. Perhatikan kegigihan si pegawai mempertahankan nada akrab itu dalam keadaan yang mengancam. Yang membuat pembukaannya menarik adalah keramahan yang salah takaran: perilaku biasa terasa ganjil karena diberikan begitu leluasa kepada orang yang sedang merampok.

“Bom Upil” — Takkano. Dalam sketsa yang dibawakan seorang diri ini, seorang siswa merasa iri kepada anak dari kelas sebelah yang jago lari dan populer. Titik masuknya bukan sekadar persaingan di sekolah, melainkan besarnya perhatian si siswa pada kelebihan anak lain. Coba lihat situasinya dari sudut pandangnya: kemampuan berlari dan popularitas orang lain tampak menjadi urusan yang sangat mengusik. Pilih pertunjukan ini untuk mengikuti rasa iri yang mudah dikenali sebagai pangkal sebuah situasi komedi.

Pada tontonan berikutnya, cari satu hal yang terasa kebesaran, lalu perhatikan siapa yang menganggap ukurannya tetap wajar.

Siapa yang main

Kami juga memanfaatkan AI dalam pembuatan artikel kami.

Subtitle video ini: terjemahan AI dari bahasa Jepang.