Cara kerja dunia komedi Jepang

Jalan Menjadi Pelawak di Jepang: Sekolah, Audisi, dan Panggung

Sekolah pelatihan, audisi, pertunjukan mandiri, dan pertemuan dengan calon rekan bisa menjadi awal perjalanan seorang pelawak di Jepang. Aturan lembaga dan pengalaman para pelawak menunjukkan bagaimana jalur-jalur itu berbeda.

Ada beberapa jalan untuk memulai

Perjalanan menjadi pelawak di Jepang bisa dimulai dari sekolah pelatihan, audisi, pertunjukan yang dirintis sendiri, atau perkenalan melalui orang lain. Kompetisi tertentu menerima peserta amatir tanpa mewajibkan mereka bergabung dengan agensi, sementara sebuah audisi pernah membuka kesempatan bagi mahasiswa yang ingin menjadi profesional. Namun, kesempatan tampil, kelulusan sekolah, dan penerimaan resmi oleh agensi merupakan hal yang berbeda.

Apa jalur yang ditawarkan sekolah pelatihan?

Menurut riwayat resmi Yoshimoto Kogyo, sebuah agensi hiburan Jepang, perusahaan tersebut membuka NSC, sekolah pelatihan komedinya, pada April 1982. Yoshimoto menjelaskan bahwa bertambahnya anak muda yang datang ingin menekuni dunia hiburan mendorong perusahaan untuk menyelenggarakan pelatihan sendiri.

Contoh tahapan setelah sekolah tercantum dalam informasi penerimaan tahun 2027 di situs Ohta Pro Entertainment College, sekolah pelatihan milik agensi Ohta Pro. Status bergabung sementara selama enam bulan hanya berlaku bagi peserta yang tampil dalam pertunjukan kelulusan pada Maret. Pada April–September, mereka mengikuti audisi dan pertunjukan bersama pelawak yang lebih dahulu bergabung dengan agensi. Setelah itu ada pertunjukan penilaian akhir; hanya peserta yang lolos dapat bergabung secara resmi dan memulai debut penuh sebagai pelawak Ohta Pro pada Oktober.

Bisakah mahasiswa dan pelawak tanpa agensi ikut audisi?

Pengumuman resmi Ohta Pro tertanggal 13 Desember 2024 menawarkan audisi materi komedi bagi pelawak tanpa agensi, pelawak amatir, serta mahasiswa yang ingin menjadi pelawak profesional. Pendaftaran untuk audisi tersebut sudah ditutup, sehingga pengumuman ini merupakan contoh kesempatan yang pernah tersedia.

Prosesnya dimulai dengan seleksi berkas. Peserta yang lolos kemudian menampilkan materi secara tatap muka. Hasil yang dijanjikan bagi peserta yang berhasil melewati seleksi adalah kesempatan tampil dalam pertunjukan komedi yang diselenggarakan Ohta Pro. Pengumuman tersebut tidak menyebut penerimaan sebagai anggota agensi sebagai hasil audisinya.

Merintis panggung sendiri, lalu mencoba audisi

Dalam sebuah wawancara, seorang pelawak menceritakan masa ketika bergabung dengan agensi terasa tidak lagi menarik. Bersama rekan-rekannya, pelawak tersebut membentuk kelompok komedi sendiri dan menarik penonton melalui pertunjukan jalanan. Belakangan, pelawak itu mengikuti delapan audisi sebelum bergabung dengan Sun Music, sebuah agensi hiburan.

Dalam wawancara yang sama, pelawak tersebut menjelaskan proses yang dilalui di Sun Music pada masa itu: lolos seleksi penampilan materi, kemudian tampil dalam acara untuk pelawak muda. Pada penampilan ketiga, persetujuan staf menjadi syarat untuk bergabung dengan agensi. Pengalaman tersebut memperlihatkan peran pertunjukan sebagai bagian dari proses seleksi, dengan tahapan yang dijelaskan oleh orang yang pernah menjalaninya.

Haruskah sudah profesional untuk mengikuti kompetisi?

Menurut ketentuan resmi M-1 Grand Prix 2026, kompetisi komedi ini menerima peserta profesional maupun amatir, terlepas dari apakah mereka bergabung dengan agensi. Ada pula penghargaan amatir terbaik bagi peserta amatir yang melaju paling jauh dalam seluruh rangkaian babak penyisihan.

Ketentuan itu membuka kesempatan mengikuti kompetisi tanpa harus lebih dahulu berada di bawah agensi. Cakupannya adalah keikutsertaan dalam M-1, bukan jaminan mendapat pekerjaan atau diterima oleh sebuah agensi.

Pertemuan yang membuka jalan

Dalam kisah yang dituturkan sendiri, seorang pelawak mengenang masa setelah lulus kuliah dan bekerja di bidang konstruksi. Melalui seseorang yang membantu memperkenalkannya, pelawak tersebut masuk kelompok teater di sebuah gedung pertunjukan di Shinjuku. Bersama rekan-rekan teater, pelawak itu kemudian membentuk trio dan mulai berkomedi.

Pertemuan dengan calon rekan juga bisa bermula di internet. Dalam sebuah wawancara, seorang pelawak menceritakan bagaimana sebuah unggahan di forum pencarian rekan komedi menarik perhatian. Penulis unggahan itu berusia hampir sama dan tinggal di Tokyo. Pelawak tersebut memutuskan untuk bertemu, lalu keduanya membentuk duo.

Dalam wawancara lain, seorang pelawak solo menceritakan pilihan yang tumbuh tanpa direncanakan. Untuk menolak ajakan berpasangan dengan halus, pelawak tersebut mengatakan ingin tampil sendiri. Awalnya itu hanya alasan untuk menolak, tetapi lama-kelamaan tampil solo terasa menyenangkan dan pilihan tersebut berlanjut.

Melihat pilihan di balik penampilan

Saat menonton komedi berpasangan atau solo, perhatikan bagaimana para penampil berbagi peran, atau bagaimana satu orang membawa seluruh pertunjukan. Pilihan untuk berbagi panggung maupun tampil sendiri juga memiliki cerita awalnya.

Kami juga memanfaatkan AI dalam pembuatan artikel kami.

Subtitle video ini: terjemahan AI dari bahasa Jepang.