Komedi Jepang tentang Belanja: dari Supermarket hingga Toko Oleh-Oleh
Berburu harga murah, menjalankan titipan belanja, dan memilih hadiah menjadi pintu masuk ke komedi Jepang. Temukan tontonan lewat urusan belanja yang terasa akrab, meski kebutuhan setiap tokohnya berbeda.
Berawal dari urusan belanja
Dalam pilihan komedi Jepang ini, supermarket dan daftar belanja menjadi tempat bertemunya keperluan sehari-hari dengan keinginan pribadi. Situasinya mudah dikenali: mencari harga murah, memenuhi titipan, atau memilih hadiah, masing-masing dengan sesuatu yang dianggap penting oleh pembelinya. Format konto bisa dibayangkan sebagai sketsa komedi dengan tokoh dan situasi tertentu; sebagian penampilan di sini juga dibawakan seorang diri.
Lenganku Masih Patah, Lho! — Kanazawa TKC Factory (sketsa komedi)
Seorang pria yang baru mengalami patah tulang lengan mendapat banyak titipan belanja dari pacar yang tinggal bersamanya. Permintaan itu datang ketika kondisi tubuhnya sendiri sedang menjadi persoalan. Dengarkan tanggapannya sebagai orang yang harus menjalankan tugas tersebut: banyaknya belanjaan punya arti berbeda bagi orang yang meminta dan orang yang sedang cedera. Keadaan awal ini membuat urusan belanja rumah tangga terasa sangat personal.
Membeli Mobil — Pabun (sketsa komedi)
Seorang pelanggan datang ke dealer meski sama sekali tidak paham mobil. Ia ingin membeli mobil sebagai hadiah kejutan untuk ulang tahun pacarnya, jadi kunjungannya berangkat dari keinginan memberi kado. Perhatikan sudut pandangnya sebagai pembeli hadiah: ia tahu untuk siapa barang itu dibeli, tetapi tidak mengenal barangnya. Jarak antara niat yang jelas dan pengetahuan yang terbatas itulah yang membuat percakapan awalnya menarik untuk diikuti.
Arus Listrik — Hokuto (komedi solo)
Seorang pria akhirnya menemukan perempuan yang pernah bersentuhan tangan dengannya saat berbelanja di supermarket. Ia mendekati perempuan itu dengan keyakinan bahwa dirinya telah bertemu jodoh. Pertemuan singkat di tengah kegiatan belanja rupanya sudah memiliki arti besar baginya. Amati keyakinan yang ia bawa saat menyapa: daya tarik awal tokoh ini terletak pada besarnya harapan yang ia letakkan pada kejadian sehari-hari.
Kehilangan Dompet di Luar Negeri — Baioni (sketsa komedi)
Seorang wisatawan Jepang kehilangan dompet saat bepergian ke luar negeri. Ia kembali ke toko oleh-oleh yang terakhir dikunjunginya untuk menjelaskan kejadian itu kepada pegawai toko. Kali ini, tujuan kedatangannya adalah mencari barang miliknya sendiri. Ikuti usahanya menyampaikan keperluan yang sangat spesifik tersebut: bagi orang yang pernah kehilangan sesuatu saat bepergian, kebutuhan untuk segera dipahami terasa dekat bahkan sejak situasi awalnya.
Kenali pemain di balik tokohnya
Jika sebuah penampilan membuat Anda penasaran dengan pemainnya, lanjutkan ke profil komedian atau grup tersebut untuk mengenal sosok di balik tokoh yang baru ditonton.
Belanja dengan Lengan Digips
Lengan masih digips, pasangan tetap menitipkan daftar belanja panjang.
3:22
Mobil untuk Hadiah Ulang Tahun
Pembeli memperlakukan mobil seperti kado biasa; penjual harus terus meluruskan.
1:59
Dompet Hilang di Negeri Orang
Turis menjelaskan dompet yang hilang lewat gerakan, penjaga toko terus salah paham.
2:57
Jodoh di Supermarket
Baru bersentuhan saat mengambil salmon diskon, sudah yakin bertemu jodoh.
2:13
Kami juga memanfaatkan AI dalam pembuatan artikel kami.
Subtitle video ini: terjemahan AI dari bahasa Jepang.