Kenapa lucu

Mengapa Permainan Kata dalam Komedi Jepang Sulit Diterjemahkan?

Bunyi, makna ganda, dan waktu penyampaian bisa membuat lelucon berubah saat diterjemahkan. Kenali apa yang perlu diperhatikan saat menikmati komedi Jepang dengan subtitle atau sulih suara.

Tonton versi penuh (3:05)

Ketika bunyi ikut membawa lelucon

Permainan kata bertumpu pada bunyi yang mirip, makna ganda, atau ungkapan yang dipakai di luar kebiasaan. Seperti pelesetan dalam bahasa Indonesia, kelucuannya bisa bergantung pada satu kata yang langsung mengingatkan kita pada kata lain. Dua kata Jepang yang terdengar mirip belum tentu memiliki padanan Indonesia dengan kemiripan bunyi yang sama, sehingga terjemahan yang tepat secara arti bisa kehilangan hubungan yang membuatnya lucu. Menambahkan penjelasan pun punya konsekuensi: saat kita selesai membaca alasan sebuah kata mengundang tawa, percakapan mungkin sudah berlanjut dan momen kejutannya terlewat.

Ikuti bunyinya, pegang situasinya

Saat menonton dengan subtitle, dengarkan kata atau bunyi yang berulang dan perhatikan kapan lawan bicara menyela; suara asli masih memberi petunjuk tentang tekanan dan jeda meski Anda tidak memahami bahasa Jepang. Dalam sulih suara, kalimat terjemahan harus muat dalam waktu bicara yang tersedia, sehingga pelesetan singkat dengan fungsi serupa bisa lebih pas daripada penjelasan lengkap tentang kata aslinya. Permainan kata yang muncul sekilas kadang dapat diganti atau dihilangkan sambil mempertahankan alur, tetapi pilihan itu jauh lebih sulit jika seluruh lelucon bergantung padanya. Menurut kami, pegangan yang membantu penonton adalah keinginan tokoh dalam percakapan: siapa yang meminta sesuatu, siapa yang keberatan, dan bagian mana yang terus dipersoalkan.

Siapa yang main

Kami juga memanfaatkan AI dalam pembuatan artikel kami.

Subtitle video ini: terjemahan AI dari bahasa Jepang.