Mulai menekuni komedi di Jepang: syarat usia berbeda menurut jalurnya
Sekolah komedi dan kompetisi memiliki persyaratan yang berbeda. Panduan resmi serta kisah para komedian memberi gambaran tentang jalur masuk sejak usia sekolah hingga pengalaman bekerja sebelum menekuni komedi.
Usia awal bergantung pada jalur yang dipilih
Untuk jalur sekolah komedi, persyaratan resmi Ohta Pro Entertainment College (OEC) menetapkan usia minimum 15 tahun untuk penerimaan 2027. Sementara itu, NSC, sekolah komedi Yoshimoto Kogyo, menyatakan dalam panduan resminya bahwa tidak ada batas usia maksimum untuk masuk. Ketentuan tersebut berlaku pada pendaftaran di masing-masing sekolah, bukan sebagai satu patokan usia untuk menjadi komedian.
Apa saja syarat masuk sekolah komedi?
Menurut halaman tanya jawab penerimaan NSC, pendaftar harus berusia 18 tahun ke atas, atau sudah lulus maupun diperkirakan akan lulus SMA. Kata “atau” membedakan dua dasar kelayakan tersebut. Pendaftar yang belum dewasa juga memerlukan persetujuan orang tua pemegang hak asuh atau perwakilan hukum yang sah.
Halaman penerimaan 2027 OEC, sekolah milik agensi Ohta Production, juga mencantumkan syarat pendidikan: setidaknya diperkirakan akan lulus SMP. Pendaftar yang belum dewasa wajib menyertakan surat persetujuan orang tua atau wali. Jadi, angka usia perlu dibaca bersama syarat pendidikan dan persetujuan yang menyertainya.
Bagaimana jika masih kuliah? Panduan NSC menyebut bahwa kuliah di universitas atau sekolah kejuruan dapat dijalani bersamaan dengan pendidikan di NSC, bergantung pada jadwal kelas. Ada kelas yang tidak menyediakan jadwal pengganti atau sesi susulan, sehingga kemungkinan mengikuti keduanya tetap bergantung pada kecocokan jadwal.
Apakah syarat lomba menghitung usia peserta?
Dalam ketentuan M-1 Grand Prix 2026, kompetisi komedi manzai, batas 15 tahun merujuk pada lamanya kelompok terbentuk, bukan usia anggotanya. Untuk penyelenggaraan 2026, kelompok yang memenuhi ketentuan ini adalah yang dibentuk pada atau setelah 1 Januari 2011. Ini merupakan syarat mengikuti kompetisi tersebut, bukan syarat memperoleh pekerjaan sebagai komedian.
Panduan resmi yang sama menyediakan penghargaan pada babak pertama bagi kelompok yang seluruh anggotanya merupakan anak sekolah dasar atau lebih muda. Ketentuan itu menunjukkan adanya ruang bagi peserta anak-anak, tetapi tidak memberi gambaran tentang usia awal komedian secara keseluruhan.
Bagaimana dengan orang yang pernah bekerja di bidang lain?
Sebuah artikel melaporkan perjalanan seorang komedian yang mengubah rencana pendidikan ke universitas, sempat mengurungkan niat menjadi komedian, lalu bekerja sebagai pegawai bank. Riwayat tersebut memberi contoh jalur yang melewati pekerjaan lain, tanpa menyebut usia saat mulai menekuni komedi.
Dalam kisah orang pertama, seorang komedian memperkenalkan diri sebagai orang berusia 82 tahun. Dalam kisah itu, sang komedian mengenang pekerjaan di bidang konstruksi setelah lulus universitas, serta keinginan memasuki dunia hiburan yang sudah muncul sejak SMP dan SMA. Usia 82 tahun adalah usia yang disebut dalam kisah tersebut, bukan usia ketika mulai menjadi komedian.
Pindah ke Tokyo bukan berarti baru memulai
Dalam sebuah wawancara, seorang komedian mengenang keputusan pergi ke Tokyo bersama rekan tampilnya dengan mengandalkan satu materi. Sesama komedian menilai materi itu lucu, dan tanggapan tersebut memberi keberanian untuk mengambil keputusan itu. Saat itu, usia keduanya masing-masing 28 dan 30 tahun.
Angka tersebut menandai usia ketika memutuskan pergi ke Tokyo, bukan usia pertama kali menjadi komedian. Kisah ini tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan bahwa keduanya baru memulai karier pada akhir usia dua puluhan atau usia tiga puluh.
Membawa konteks itu saat menonton
Kisah tentang keberangkatan ke Tokyo dengan satu materi bisa menjadi bekal saat menonton: perhatikan gagasan yang menjadi pusat penampilan, bagaimana gagasan itu dikembangkan, dan pada bagian mana tawa muncul.
Ingin Punya Pacar
Mencari pacar jadi ajang promosi diri; makin ditolak, makin gigih menawarkan kelebihan.
3:36
Tonton versi penuh (3:36)
Kami juga memanfaatkan AI dalam pembuatan artikel kami.
Subtitle video ini: terjemahan AI dari bahasa Jepang.