Kenji Hamatani dan acara menumbuk mochi di festival kampus
Kenji Hamatani (Hama-kaan) mengenang tradisi menumbuk mochi bersama klub judo di festival kampus. Di tengah kegiatan itu, para alumni datang berkunjung.
Mochi di festival kampus
Komedian Kenji Hamatani bercerita tentang pengalamannya di klub judo semasa kuliah. Membuat mochi, kue dari beras ketan, bisa dilakukan berdua: satu orang menumbuk dengan penumbuk kayu besar, sementara seorang lagi membalik adonan di dalam lesung di sela-sela tumbukan.
Acara tahunan klub judo
Saya Kenji Hamatani dari Hama-kaan.
Waktu saya ikut klub judo di kampus, setiap tahun kami menyiapkan lesung dan penumbuk kayu untuk membuat mochi saat festival kampus.
Ada seorang junior yang kepalanya dicukur plontos. Dia kebagian tugas membalik adonan mochi di sela-sela tumbukan. Ai-no-te, kalau tidak salah, sebutannya.
Namanya juga festival kampus, para alumni klub ikut datang berkunjung.
Junior ini sopan sekali. Dia menyapa, “Selamat pagi, Kak!” sambil membungkuk dalam-dalam. Lalu, duk! Penumbuknya menghantam kepala dia.
Kepalanya berdarah. Kami berseru, “Gawat, panggil ambulans!”
Tapi waktu itu kami semua sedang mabuk, dan kepala plontosnya sudah kami gambari wajah...
Darahnya keluar tepat dari bagian hidung pada gambar itu. Jadi kelihatannya seperti sedang mimisan...
Begitu ambulans tiba, petugasnya melihat dia dan membentak, “Jangan coret-coret pasien!” Kami dimarahi habis-habisan.
Kami juga memanfaatkan AI dalam pembuatan artikel kami.
Hanya satu sepeda yang diangkut hari ituKomiya-chan datang untuk mengambil sepeda yang diangkut dari depan stasiun. Petugas mengatakan hanya ada satu hari itu.
Pesan suara ibu di hari ulang tahunkuPada hari ulang tahunnya, dua email ucapan selamat datang, tetapi tidak satu pun dari ibu. Malamnya, ada pesan suara dari ibu.
Saat Nobu kepergok merokok oleh ayahnyaWaktu kelas dua SMP, Nobu sedang merokok di kamarnya ketika sang ayah masuk. Ayahnya pernah menjadi biksu, tukang cukur, hingga direktur perusahaan.
Semua cerita

