Cerita kocak para komedian

Saat Nobu kepergok merokok oleh ayahnya

Waktu kelas dua SMP, Nobu sedang merokok di kamarnya ketika sang ayah masuk. Ayahnya pernah menjadi biksu, tukang cukur, hingga direktur perusahaan.

Tentang pencerita

Dalam cerita ini, komedian Nobu memperkenalkan diri sebagai anggota Vintage. Ia mengenang kejadian di rumah saat masih kelas dua SMP, sekitar usia 13–14 tahun.

Waktu Ayah masuk kamar

Saya Nobu dari Vintage.

Ayah saya itu orangnya agak aneh.

Dulunya beliau biksu, lalu mendapatkan sertifikat tukang cukur. Dari tukang cukur, beliau beralih menjadi karyawan, lalu menjadi direktur perusahaan. Saat saya menceritakan ini, beliau sedang menganggur.

Waktu remaja, saya pikir merokok itu kelihatan keren.

Nah, waktu kelas dua SMP, saya sedang merokok di kamar ketika Ayah masuk. Biasanya seorang ayah akan marah dan bilang, “Jangan merokok!”, kan?

Tapi ayah saya malah marah begini: “Jangan isap rokok yang tarnya lebih tinggi dari punya Ayah!”

Lho, kok yang diributkan malah itu? Tentu saja saya membantah.

“Tar lebih tinggi? Maksudnya apa, sih?”

Lalu Ayah mulai main fisik. Saya kira paling-paling bakal kena tampar atau kena pukul.

Tapi ternyata bukan itu.

Yang melayang di depan mata saya adalah tumit Ayah.

Di kamar saya yang sempit itu, Ayah melancarkan abise-geri……

Yah, ayah saya memang orangnya bertenaga banget.

Ilustrasi wajah seorang pria paruh baya yang tampak garang, dengan kepala dicukur plontos, alis tebal, dan kumis. Ia mengenakan jubah hitam dengan kerah kimono putih yang terlihat di bagian dalam, menyerupai pakaian biksu. Di belakangnya terdapat sapuan kuas berwarna hijau.

Catatan redaksi

Di Jepang, kemasan rokok mencantumkan kadar tar. Dalam ucapan sang ayah, kadar tar yang lebih tinggi merujuk pada rokok yang lebih kuat.

Abise-geri adalah tendangan bela diri dengan memutar badan ke depan, lalu menghantamkan tumit ke bawah.

Kami juga memanfaatkan AI dalam pembuatan artikel kami.