Hamaron dan kakaknya yang pelit
Hamaron punya dua kakak laki-laki. Kebiasaan salah satunya membuat ia heran, terutama dalam suatu perjalanan bersepeda saat masih kecil.
Yang bercerita
Komedian Hamaron (浜ロン) menceritakan kebiasaan salah satu kakak laki-lakinya.
Kakak yang nomor dua
Saya punya dua kakak laki-laki. Nah, kakak yang nomor dua itu pelit sekali.
Kalau menyimpan minuman botol yang dibelinya ke kulkas, dia memberi garis dengan spidol tepat di batas isi yang tersisa. Supaya ketahuan kalau ada saudara yang ikut minum.
Lebih parah lagi urusan sikat gigi. Kalau sering dipakai, bulunya kan melebar ke mana-mana? Bagian yang melebar itu dia gunting, lalu sikatnya dipakai lagi.
Tapi yang paling membuat saya kaget terjadi waktu kami masih kecil dan sedang bersepeda. Lampu lalu lintas menyala merah. Kira-kira lima puluh meter sebelum lampu itu, kakak melepas kedua tangan dari setang dan merentangkan lengannya.
Saya bertanya, “Kak, kenapa kalau lampunya merah malah melepas tangan dari setang?”
Katanya, “Aku pakai hambatan udara supaya kampas rem tidak cepat habis.”
Kakak saya ini benar-benar kelewatan, pikir saya.
Ah, tapi kalau menggunting bulu sikat gigi, saya juga melakukannya, sih.
Kami juga memanfaatkan AI dalam pembuatan artikel kami.
Sato dan sebulan menanam pohon di MalaysiaSaat tahun pertama kuliah, Sato mengikuti program penanaman pohon di Malaysia. Kaus kerja para peserta pun ikut menjadi bahan belajar bahasa Jepang bagi anak-anak muda setempat.
Lompatan yang kuharap membuatku terlihat kerenSaat pelajaran olahraga, Sento Takemori melihat teman-temannya mendapat sorakan dengan lompatan mereka. Ia pun ingin mencoba.
Palden Nishizawa ikut mengejarSaat bersepeda di Kabukichō, Palden Nishizawa mendengar teriakan seorang pria yang meminta orang-orang menangkap pencopet.
Semua cerita

