Cerita kocak para komedian

Teriakan di dekat lapak sayur

Tomoike mengenang kejadian tak terduga saat pulang dari piknik di pegunungan Saitama.

Sebelum cerita

Tomoike-san (友池さん) bercerita tentang perjalanan pulang dari piknik musim panas di pegunungan Saitama, Jepang.

Saat perjalanan pulang

Beberapa tahun lalu, aku pergi piknik dan barbeku di pegunungan Saitama bersama seorang kenalan yang lebih tua. Kami pulang menjelang malam. Jalan gunung itu sudah gelap ketika perutku mendadak mulas. Aku kebelet buang air besar, sementara di sana tidak ada toilet.

‘Maaf, aku sudah tidak tahan.’ Ia menghentikan mobil di dekat sebuah lapak sayur tanpa penjaga. Aku pergi ke balik lapak itu.

Aku belum selesai di balik lapak ketika ia menggeser mobil sedikit sambil bercanda, ‘Kutinggal, ya!’

Gelapnya bukan main. Membayangkan ditinggal sendirian di jalan gunung membuatku panik. ‘Tungguuu!’ teriakku.

Tepat saat itu, sebuah mobil yang datang dari kejauhan menyorotku dengan lampu depannya. Pasangan di dalamnya menjerit lalu pergi.

Setelah selesai, aku menyusul kenalanku. Kami pun pulang dengan selamat.

Pada bulan Maret tahun berikutnya, aku kembali lewat sana bersama seorang teman. Di dekat toko tembakau, aku mengenali lapak itu. ‘Oh, di situ tempatku kebelet waktu itu.’ Namun, tak ada satu pun sayur di sana.

Aku bertanya kepada seorang ibu di dekat situ mengapa lapaknya kosong. Katanya, ‘Sampai musim panas lalu, masih ada sayur yang dijual. Lalu beredar kabar bahwa tiap malam ada kepala tanpa tubuh muncul di lapak itu sambil berteriak, “Tunggu!” Orang-orang jadi takut dan tidak mau membeli lagi.’

Aduh, maaf.

Kepala tanpa tubuh itu... aku.

Ilustrasi dekat wajah berkeringat, mata terpejam dan mulut terbuka, berlatar biru muda dengan garis-garis merah.

Kami juga memanfaatkan AI dalam pembuatan artikel kami.