Seseorang terus menyuruh orang lain berkeringat, tapi orang itu malah terus melakukan hal lain.
Catatan budaya Dalam bahasa Jepang, 'berkeringat' (汗をかく) dan 'menggaruk kepala' (頭をかく) memakai kata kerja yang sama, かく, dan dari situlah salah paham ini muncul.
Teksnya muncul saat penonton tertawa.
汗かかなきゃなんだよ!
Kamu tuh harus keringetan!
Buku pelajaran汗をかかなければならないんです。'かかなければならない' menyusut jadi 'かかなきゃ'; 'ならない' dihilangkan sama sekali dan 'なんだよ' ditambahkan untuk penekanan.
Seorang komedian menyatakan bahwa kencan di akuarium berjalan sempurna, dan lawakannya hampir selesai.
Teksnya muncul saat penonton tertawa.
もういいわ
Udah, cukup!
Buku pelajaranもう結構です。Bentuk biasa 'もういい' ('sudah oke' → 'cukup') menggantikan bentuk sopan 'もう結構です'; 'わ' di akhir kalimat menambah kesan kesal. Ini penutup klasik manzai.
Seorang pemain disuruh cari pacar saja, lalu protes, dan akhirnya mengaku juga ingin punya pacar.
Catatan budaya Zexy (ゼクシィ) adalah majalah pernikahan terkenal di Jepang yang dibaca pasangan yang sedang merencanakan pernikahan.
Teksnya muncul saat penonton tertawa.
でもやっぱ、できないわ!
Tapi emang ya, gue nggak bisa dapet!
Buku pelajaranでも、やはり彼女はできません。「やはり」 yang formal menjadi 「やっぱり」, lalu dipendekkan lagi menjadi 「やっぱ」; bentuk biasa 「できない」 + 「わ」 menggantikan bentuk sopan 「できません」.